Sehingga tidak ada asas manfaat kesejateraan dan meningkatkan ekonomi keluarga. Babi yang mereka bagikan ke warga sangat kecil.
Sepertinya babi usia 1 bulan yang masih konsumsi air susu induk babi yang sebenarnya belum layak di beli.
“Saya tidak tahu berapa harga babi yang mereka beli tapi yang initinya babi yang sesuai saya lihat masih sangat kecil dan mati setelah dikasih ke warga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya anakan babi yang mati, Ia juga menyampaikan, jika PemDes Desa Builaran membagikan 25 Kilo gram pakan per ekor babi.
Itu tidak benat karena, setau saya per ekor babi itu komplit dengan 50 Kg pakan babi bukan 25 Kg.
Dan lebih fatal lagi, PemDes Builaran juga pilih kasih dalam memberikan bantuan karena ada beberapa KK yang berhasil diidentifikasi yaitu, Petrus mali tae, Yustus Adi Bau dan Pilipus Nana dan Blandina Hoar menerima bantuan babi sebanyak dua kali (Dobel).
Dirinya menilai ada ketidakadilan ditubuh PemDes Builaran.
Kami juga ingin PemDes Builaran di Audit Inspektorat Kabupaten Malaka, Sehingga keadilan itu ada untuk kesejateraan masyarakat Desa Builaran.
Hingga berita ini diturunkan Kepala Desa Builaran Antonius Tey Seran belum berhasil dikonfirmasi.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










