Sampai saat ini, belum ada kejelasan dari pusat apakah proses seleksi akan dibatalkan, diulang, atau tetap jalan. Tapi satu hal pasti kepercayaan masyarakat sudah mulai goyah. Di media sosial, banyak yang mulai bersuara. Di balik layar, diskusi-diskusi tertutup juga mulai panas. Semua menuntut transparansi.
Publik ingin tahu siapa saja 623 nama itu? Apa bentuk kesalahannya? Dan siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab kalau memang ada permainan?
Bupati Valentino mengaku menyerahkan sepenuhnya ke BKN dan KemenPAN-RB untuk ambil langkah. Tapi masyarakat tidak mau sekadar dengar janji. Mereka butuh kejelasan, keadilan, dan keterbukaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal itu, Divisi Humas Solidaritas Mahasiswa Anti Korupsi (SOMAK) Kefamenanu, Wilfridus Kehi, melontarkan kritik tajam terhadap buruknya tata kelola seleksi ASN di daerah.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










