Sementara itu, Ketua Yayasan Kristoforus Haki menyebut sebanyak 47 pekerja telah direkrut untuk mengelola Dapur Maubesi yang kini melayani 3.589 penerima manfaat dari PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Kabupaten TTU sendiri mendapat kuota 33 dapur, dan dengan peresmian Dapur Maubesi, total dapur yang telah beroperasi baru mencapai empat unit.
“Kami harap pemerintah daerah terus mendukung agar dapur-dapur ini berkembang. Pelayanan akan resmi dimulai hari Senin,” kata Kristoforus yang juga anggota DPRD TTU.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dapur Maubesi akan melayani tiga kecamatan yang mencakup 27 sekolah. Distribusi makanan dipastikan tidak lebih dari 30 menit agar kualitas tetap terjaga.
Kristoforus juga menyebut, perputaran uang dari satu dapur ini mencapai Rp35 juta per hari.
Ia berharap masyarakat sekitar bisa menjadi mitra penyedia bahan baku, sehingga manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










