Kefamenanu, Gardatimor.id – Pemadaman listrik berjam-jam Yang Terus Terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kembali Memicu Sorotan Tajam Dari Kalangan Mahasiswa.
Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu menilai, krisis kelistrikan yang melanda daerah ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan cerminan nyata dari lemahnya tata kelola dalam tubuh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dalam pernyataan resminya, Rabu, 5 November 2025, GERMAS PMKRI menegaskan bahwa listrik adalah bagian dari pelayanan publik yang mendasar dan menjadi hak dasar setiap warga negara. Namun, di TTU, pelayanan tersebut justru berubah menjadi sumber penderitaan sosial akibat lemahnya perencanaan, pengawasan, dan tanggung jawab publik dari pihak penyedia energi negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Listrik adalah denyut kehidupan sosial. Ketika listrik padam, aktivitas masyarakat terhenti, ekonomi tersendat, pendidikan kehilangan semangat, dan pelayanan kesehatan terancam. Maka, kehadiran listrik yang stabil adalah bentuk nyata dari kehadiran negara,” tegas Yohanes Niko Seran Sakan, Presidium Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) PMKRI Cabang Kefamenanu.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










