Menurutnya peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Ia mengenang bahwa pada tahun 1985, kejadian serupa juga terjadi di pantai yang sama saat dirinya masih kecil. Kala itu, bangkai paus yang terdampar sempat dibagikan dagingnya kepada warga sekitar.
“Fenomena seperti ini harus jadi refleksi bahwa ada yang terjadi di laut kita. Apakah ini karena arus, ataukah karena kerusakan ekosistem? Kita harus cari tahu dan kawal ini secara ilmiah dan bertanggung jawab.
Sesuai hasil Pantauan di lapangan, sejumlah warga tampak berkumpul di sekitar bangkai paus, bahkan beberapa sudah terlihat menguliti bagian tubuh paus untuk diambil dagingnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat, mengingat proses pembusukan sudah berlangsung.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait mengimbau agar warga tidak mengonsumsi daging dari bangkai paus tersebut dan menunggu penanganan resmi dari pihak berwenang.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










