“Benar, saya bersama Ibu Sekretaris Umum dikejar sejak dari Pasar Bestaek. Sesampainya di depan SMA 17 Agustus Weoe, mereka langsung menghadang dan memukul saya dua kali di kepala menggunakan helm. Saya jatuh dari motor dan tidak sempat menghindar. Sampai sekarang saya tidak tahu apa alasan mereka mengejar dan memukuli saya,” ungkap korban.
Korban menambahkan bahwa peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polres Malaka dengan Nomor Laporan Polisi: LP/B/42/II/2026/SPKT/POLRES MALAKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR, tertanggal 16 Februari 2026 pukul 13.40 WITA.
Menanggapi kejadian tersebut, GEMMA Kefamenanu melalui Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kemasyarakatan, Alfridus Leki, mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa anggotanya. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk kriminalitas yang tidak dapat ditoleransi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mendesak Polres Malaka untuk bertindak cepat dan profesional dalam mengungkap serta menangkap para pelaku. Kekerasan terhadap kader mahasiswa merupakan ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat.
GEMMA Kefamenanu juga menyatakan akan terus mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas.
Dan meminta aparat kepolisian menjamin keamanan masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar, dari tindakan kekerasan jalanan.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










