Keempat, LMND Kefa mendesak Pemerintah Kabupaten Malaka bersama aparat penegak hukum untuk segera mengungkap secara terbuka kasus pembangunan septictank yang belakangan menjadi perhatian publik.
Mereka menuntut agar proses pembangunan, penggunaan anggaran, serta pihak-pihak yang terlibat dibuka secara transparan kepada masyarakat demi menjamin akuntabilitas penggunaan uang negara.
Koordinator aksi Piter Bria dalam orasinya menegaskan bahwa demonstrasi ini bukan dilandasi kepentingan politik tertentu, melainkan murni sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap kondisi sosial masyarakat Malaka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, mahasiswa memiliki kewajiban historis untuk tetap berada di barisan rakyat dan menyuarakan ketidakadilan.
“Aksi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masa depan Malaka. Kami ingin pembangunan berjalan jujur, bersih, dan benar-benar berpihak kepada rakyat, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak,” tegasnya.
Selain itu salah satu Orator juga meminta agar Pihak Kepolisian Selalu Malakukan Patroli demi Kamtibmas dan Bila perlu membangun unit pos di Setiap daerah yang rawan kekacauan.
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung dalam pengawalan aparat keamanan dan berjalan dengan tertib. Massa berharap agar tuntutan yang telah disampaikan tidak hanya diterima sebagai formalitas, tetapi benar-benar ditindaklanjuti secara serius oleh pihak DPRD, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum.
LMND Kefa menegaskan akan terus mengawal berbagai persoalan publik di Kabupaten Malaka hingga terciptanya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan sosial.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










