Obat yang diberikan berupa oralit, paracetamol, dan obat dalam bungkusan. Keluarga kemudian pulang dan memberi obat tersebut. Namun, kondisi Yohanes tidak membaik dan semakin memburuk. Hanya berselang sekitar 1,5 jam setelah dari Puskesmas, Yohanes meninggal dunia.
Keluarga merasa kecewa karena penanganan di Puskesmas Maubesi dinilai tidak maksimal. Mereka menduga ada kelalaian karena obat diberikan tanpa pemeriksaan terlebih dahulu.
Ketika dimintai keterangan, Kepala Puskesmas Maubesi Dece Kase melalui WhatsApp, menyampaikan, “Pagi kaka, maaf kami tidak bisa memberikan informasi lebih karena data sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan. Kaka bisa langsung ke Pak Kadis.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur penanganan pasien anak di Puskesmas, terutama pada situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










