Katanya, Efesiensi anggaran maka harus menanti 2026 sekarang sudah 2026. Akhir tahun namun belum ada tindakan nyata.
Pasca kejadian tanggal 21Juni, tanggal 22 Agustus, Wakil Bupati Henri Melki Simu bersama Dinas terkait Mengecek Langsung di lokasi. Tapi realisasi tidak ada.
Seharusnya, Wakil Bupati yang lakukan kunjungan langsung, harus menyampaikan secara terbuka, biar kesannya, jangan dinilai jalan- jalan atau jalan tanpa tujuan yang jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena, kelalaian penanganan sarana prasarana publik yang vital ini dapat memperburuk risiko keselamatan warga, menimbulkan kerugian ekonomi lebih besar, dan berpotensi menimbulkan dampak sosial jika dibiarkan.
Jangan hanya modal survey saja seperti Wakil Bupati Datang di lokasi longsor. Ada apa dibalik itu semua?, sehingga hanya datang survei tanpa kepastian, untuk memperbaiki jalan longsor. Jika tidak diperbaiki minimal jangan menyiksa masyarakat lagi.
Sudah survey dan kunjungan langsung dari Wakil Bupati, tetapi tetap hal yang sama. Perubahan Anggaran Tahun 2026, tidak ada Anggaran yang di Anggarkan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










