Malaka,Gardatimor.Id– Dugaan Kasus Penyimpangan Revitalisasi SMPN Numponi, Yang Menelan Anggaran Miliaran, Sudah Melebihi Masa Pelaksanaan Hingga Berakhirnya Adendum, Namun Pekerjaan Masih Terbengkalai.
Sesuai pantauan, Jumat 2 Oktober 2026, menemukan sejumlah fasilitas toilet yang belum dapat digunakan, instalasi air yang belum terpasang, kran yang belum berfungsi, lantai ruang kelas yang terlihat retak, pintu ruangan yang tidak dapat ditutup dengan baik, hingga struktur penahan di belakang gedung yang tampak retak dan pada bagian tertentu kembali roboh.
Masa Pekerjaan Sudah Berakhir, namun fasilitas masih belum lengkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Sekolah Menengah Pertama tersebut memiliki nilai bantuan Rp3.257.547.722 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025. Pekerjaan dilaksanakan secara Swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMP Negeri Numponi.
Namun, Pekerjaan kemudian mendapat tambahan waktu melalui adendum hingga akhir Maret 2026. Persoalannya, hingga Oktober 2026, sejumlah item pekerjaan masih ditemukan belum tuntas.
Tidak hanya itu, instalasi perpipaan atau paralon untuk mengalirkan air ke seluruh toilet siswa juga belum terpasang secara keseluruhan. Akibatnya, penggunaan salah satu toilet dilakukan dengan memasukkan air dari luar secara manual. Sejumlah kran yang telah terpasang juga terlihat belum berfungsi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










