Kefamenanu, Gardatimor.Id– Seorang Warga Desa Fatuoin, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Diduga Menjadi Korban Pengeroyokan Brutal.
Dugaan dilakukan oleh enam orang pria di wilayah Ekavalo, Desa Oinbit, Kecamatan Insana, pada Rabu 14 Januari 2026, dini hari.
Akibat insiden tersebut, korban bernama Yohanes Naiheli (30) mengalami luka berat berupa patah tulang pada sejumlah bagian tubuh serta cedera serius di kepala akibat benturan benda keras. Kondisinya yang kritis membuat korban harus dirujuk hingga ke Rumah Sakit Ben Mboi Kupang untuk menjalani tindakan operasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi.
Saat ditemui di kediamannya di Desa Fatuoin, Yohanes menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Meski kondisinya kini mulai membaik, ia mengaku belum pulih sepenuhnya karena tangan kirinya masih belum dapat digerakkan secara normal dan masih diurut.
“Hingga sekarang tangan kiri saya belum bisa digerakkan. Pergelangan tangan, lengan, bahu sampai tulang di bagian belakang lengan kiri mengalami patah yang cukup parah.
Menurut, peristiwa itu bermula pada Selasa malam, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.00 WITA. Saat itu ia baru saja berpamitan dari rumah mertuanya di Ekavalo untuk pulang ke rumah orang tuanya di wilayah Peut’ana.
Dalam perjalanan pulang, tepat di Cabang Benkoko, ia dipanggil oleh seseorang yang dikenalnya bernama Yogi Neonbeni bersama beberapa rekannya untuk singgah sejenak.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










