Kondradus menjelaskan kuliah adalah kewajiban utama, sementara organisasi menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan.
“Mahasiswa harus cerdas mengatur jadwal. Jangan sampai kuliah dikorbankan karena terlalu sibuk di organisasi, tapi juga jangan menutup diri dari pengalaman organisasi karena takut nilai turun,” ujar Kondradus, yang juga menjabat Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran di Unimor.
Melalui pendekatan gap analysis, mahasiswa diajak melihat jarak antara kondisi sekarang dengan target yang ingin dicapai. Misalnya, IPK yang stagnan akibat terlalu aktif di organisasi, atau sebaliknya, kurangnya keterampilan sosial karena hanya fokus di kelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari situ, strategi penyesuaian bisa dirancang, mulai dari pengurangan agenda non-prioritas hingga pemanfaatan teknologi perencanaan waktu.
Sementara itu, melalui analisis SWOT, Kondradus memberi gambaran menyeluruh tentang posisi mahasiswa. Kekuatan berupa semangat muda dan kemampuan multitasking, kelemahan seperti kurang disiplin waktu, peluang berupa jejaring luas dan beasiswa, hingga ancaman berupa risiko burnout dan turunnya prestasi akademik.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










