Malaka, Gardatimor.Id – Penasehat Hukum, Soroti Program Balik Tanah Gratis, Yang Merupakan Program Perioritas Kepemimpinan SBS- HMS, Anggaran Kurang Lebih 2 Miliaran, Untuk Pengadaan Benih Jagung dan Pupuk, Hanya Sebatas Laporan.
Program Balik Tanah Gratis patut diapresiasi sebagai Bentuk Keberpihakan Pemerintah Kepada petani. Namun, ukuran keberhasilan sebuah program tidak boleh berhenti pada seremoni dan luas lahan yang dibajak.
Eduadus Nahak Bria S.H.,MH.,C.Md melalui rilisan jumat, 10 Juli 2026, menegaskan Keberhasilan harus diukur dari meningkatnya hasil panen dan kesejahteraan petani. Jika petani masih gagal tanam atau gagal panen, maka evaluasi menyeluruh adalah sebuah keharusan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah tidak boleh hanya fokus pada pembajakan lahan, tetapi harus memastikan seluruh rantai produksi pertanian berjalan dengan baik. Rotari lahan, distribusi benih, pupuk, hingga pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Program yang terputus di tengah jalan hanya akan menghabiskan anggaran tanpa menghasilkan manfaat yang maksimal. Anggaran publik harus dipertanggungjawabkan melalui hasil yang nyata, bukan sekadar laporan administrasi.
Kritik masyarakat hendaknya dipandang sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan, bukan sebagai serangan terhadap pemerintah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










