Sebelumya, salah satu keluarga korban, Riki Seran, ketika ditemui di tempat duka Selasa, 6 Oktober 2026, ” Kami menunggu sampai hampir jam 4, tetapi tidak ada sopir yang datang. Sementara mobil ambulans parkir di depan ruang jenazah. Akhirnya kami menggunakan mobil pribadi untuk membawa jenazah.
Kondisi tersebut dinilai menimbulkan pertanyaan serius mengenai kesiapan dan standar pelayanan rumah sakit, khususnya dalam menangani pasien yang meninggal dunia. Bagi keluarga yang sedang berduka, pengurusan jenazah seharusnya menjadi bagian dari pelayanan yang dilakukan secara cepat, layak, manusiawi, dan tidak menambah beban keluarga.
Ambulans Ada, Tetapi Jenazah Tetap Dibawa dengan Mobil Pribadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Persoalan yang menjadi sorotan bukan sekadar soal kendaraan, tetapi menyangkut kepastian pelayanan kepada masyarakat. Jika ambulans tersedia tetapi tidak dapat digunakan karena persoalan sopir atau mekanisme pelayanan, pihak rumah sakit perlu memberikan penjelasan yang terbuka kepada keluarga.
Keluarga mempertanyakan, untuk apa ambulans disediakan jika pada saat masyarakat membutuhkan justru tidak dapat digunakan?
Situasi seperti ini juga berpotensi menimbulkan kesan bahwa keluarga pasien harus mencari solusi sendiri di tengah kondisi berduka. Manajemen Rumah Sakit Diminta Tidak Diam.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










