Hal senada disampaikan Wakil Kepala Sekolah, Dion Nahak Seran. Ia menegaskan bahwa selama tiga tahun terakhir SMAN 1 Malaka Barat tidak pernah mewajibkan siswa membeli jas, kostum, maupun seragam tertentu dari sekolah.
Menurut Dion, setiap tahun hanya sekitar 20 siswa yang memilih membeli jas atau seragam melalui sekolah. Selebihnya, orang tua diberi kebebasan untuk membeli di luar sekolah, menjahit sendiri, menggunakan jas maupun seragam milik saudara yang masih layak dipakai, bahkan tidak membeli sama sekali.
“Kami memberikan kebebasan sepenuhnya kepada orang tua. Tidak pernah ada tekanan ataupun kewajiban membeli jas atau seragam dari sekolah. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak sekolah juga membantah anggapan bahwa penyediaan jas dijadikan sebagai ajang bisnis di lingkungan sekolah. Menurut mereka, sekolah hanya memfasilitasi siswa yang membutuhkan, bukan mewajibkan pembelian ataupun menjadikannya sebagai sumber keuntungan.
Pihak Sekolah juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik tanpa membebani orang tua dengan kewajiban yang tidak pernah ditetapkan oleh sekolah.
Halaman : 1 2


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










