OPINI : Semua Orang Punya Halaman Tapi Belum Tentu Punya Kampung

- Redaksi

Senin, 15 Juli 2024 - 14:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Bara Bria Editor : BBI Dibaca 383 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Legorius Vidigal Bria, S.Ip

Gong pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Semakin ke sini semakin menggigit. Mereka mengklaim kemenangan di Aintasi, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur karena faktor Hendrikus Fahik Taek politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Henrik Fahik Taek sebelumnya digadang-gadang bakalan berpasangan dengan Setfanus Bria Seran (SBS). Namun Stef Bria Seran lebih memilih Henrik Melki Simu (HMS) Politisi Partai Golkar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum memutuskan untuk memilih Calon Wakil, SBS mengundang sejumlah pasangan calon lebih dari 2 nama, diantaranya adalah, HFT, HMS dan EW untuk melakukan rapat bersama. Rapat bersama itu kemudian diekspos melalui portal media online dan memutuskan HMS sebagai calon wakil.

Bagi saya itu adalah keputusan bijaksana yang dilakukan SBS dengan memilih HMS sebagai calon Wakil bupati Malaka.

Namun keputusan itu tentunya  bertentangan dengan nurani politik HFT yang sudah sangat jauh melangkah.

Meski keputusan itu dilakukan secara terbuka, tapi bagi saya SBS telah melukai nurani dari HFT dan EW. Dua Politisi hebat asal kabupaten Malaka itu seolah dipermainkan dan diobok-obok oleh SBS.

Spekulasi argumentasi dari SBS seolah memberi harapan palsu terhadap salah satu putra terbaik Henrik Fahik Taek. Jauh sebelumnya HFT getol melakukan sosialisai mendampingi SBS sang pemilik Program Resolusi Pertanian Malaka (RPM). Semakin hari semakin kesini, SBS menghianati HFT dengan cara meminang HMS. HMS dan SBS sama-sama dari rahim Partai Golkar, itu tentang nurani dan harga diri politik.

Lalu bagaimana Hubungan antara Henrik Fahik Taek dan Felix Bere Nahak. Apakah Mereka Keluarga.? Lalu jika mereka keluarga bagaimana mungkin pasangan calon Bupati lain mengklaim kemenangan di Aintasi.

Saya memantau siklus perpolitikan di Dapil 1 menjadi seksi di perbincangkan oleh publik satu NTT. kok bisa Calon Wakil Bupati kali ini bukan berasal dari putra/putri asli dapil 3 ada apakah itu.?

Milihat sepintas tiga kandidat dari daerah pemilih dapil 1 yakni, Felix Bere Nahak, Henry Melki Simu dan Edu Bere Atok, mana yang punya kampung halaman. kita semua boleh punya halaman tapi belum tentu semua punya kampung, itu juga menjadi soal.

Baca Juga :  Akses Jalan Umasukaer Sampai Balibo Kian Terburuk: Rakyat Menagih Janji Pemda dan DPRD Dapil III

Problematika politik di Malaka nampak kental dengan isu politik suku agama dan ras, isu politik itu bukan saja terjadi di NTT tapi terjadi di Republik Indonesia (RI) ini. Sejak kapan orang kristen menjadi Presiden atau Wakil Presiden RI.

Sama juga di Kabupaten Malaka ini, akar rumput akan milihat, calon ini dari suku atau rumah adat mana, suku atau rumah adat ini yang saya beri nama dengan KAMPUNG dan HALAMAN. Halaman boleh punya tapi kampung tidak punya maka itu juga soal.

Rivalitas Politik di Dapil I

Felix Bere Nahak Putra asli Bolan, lahir ditanah Bolan.
Edu Bere Atok Putra Asli Kletek lahir di tanah kletek, kedua figur asli malaka Tengah ini bakalan bersaing, keduanya sama-sama punya kampung halaman. Siapa yang lihai maka akan menang, siapa yang gerak lambat maka dia kalah.

Sejauh elektoral pilitik ini semakin sempit saya melihat, sosok Edu Bere Atok diprediksi tidak akan mendulang suara signifikan untuk paket KT-EBA. EBA tidak begitu sengit dalam urusan strategis politik praktis dan taktis, langkah politik akan tertati jika orang kletek dan Suai tidak bersatu. EBA adalah salah satu figur atau tokoh penting untuk harus di jaga bersama untuk merintis karis Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelayanan terhadap masyarakat tidak harus menjadi wakil Bupati tapi menjadi ASN adalah tugas mulia yang diberikan Negara untuk melayani rakyat.

Lalu Siapa Felix Bere Nahak?

Felix Bere Nahak adalah Politisi NasDem, Anggota DPR Dua Periode dan sebelumnya menjadi anggota KPU dan Ketua KPU di Kabupaten TTU. Bagi saya Felix Bere Nahak memahami betul tentang percaturan politik. Politik tidak hanya sekedar membangun basis dari Desa asal atau Kampung Halaman saja. Politik harus membangun jaringan yang masif.

Siapa yang tidak kenal Sosok FBN di Kabupaten Malaka ini.? FBN adalah salah satu aktivis senior. Dari latar belakang aktivis itulah kemudian mengorganisir Jaringan Ativis (JAS) JAS terbentuk di 12 Kecamatan dan 127 Desa. Politik jaringan sangat dibutuhkan dalam Pilkada. Politik harus membangun jaringan. Politik kalau klaim, maka saya mengibaratkan Seperti Mimpi Basah, Nikmat Tapi Sonde Nyata.

Baca Juga :  Merindu Pemimpin Yang Cerdas, Humanis, dan Tidak Membelenggu: Jugakah di Malaka?

Saya menarasikan singkat saja tentang Politik Jaringan, seperti apa jaringan itu, Misalkan saya di Desa Builaran, Builaran itu ada saya dan tim kordes, kordus dan ada beberapa tokoh adat, tokoh politik yang berkomitmen akan mendulang suara banyak untuk paket SN-FBN.

Sederhana saja, saya menympaikan kepada orang-orang terdekat, keluarga dan kenalan handa tolan bahwa saya adalah Wujud Lain dari FBN. Segala bentuk aspirasi akan disampaikan jika paket SN-FBN terpilih, maka dengan itu saya pastikan, bukan saja menang di Builaran saja, tapi SN-FBN akan menang besar di Kecamatan Sasitamean karena tim SN-FBN sangatlah solid dan berlapis-lapis, baik itu JAS, TIM KELUARGA, SATGAS dan FUNAN,M dan simpatisan yg semakin hari semakin bertambah.

Hal ini bukan terjadi di Builaran saja, semua terjadi di 127 desa 12 Kecamatan. Semua kami berlatar belakang aktivis menabur hal baik yang sudah di bangun dan dirintis FBN. itulah Politik jaringan.

Sedikit penulis menjelaskan soal bagaimana kekuatan JARINGAN itu datang pada FBN.

organisir jaringan Aktivis adalah satu kekuatan solid, mereka yang menamakan diri aktivis datang dari segala penjuru baik itu aktivis organisasi, aktivis LSM, aktivis Sosial, Aktivis perempuan, aktivis budaya maupun Aktivis kemasyarakatan.

Kekuatan itu ada pada SN FBN, mereka menyamakan konsep dan gagasan bagaimana membangun Malaka ini menjadi lebih baik.

Sebuah mimpi besar bahwa ” Hari – Hari Esok adalah milik kita (dalam artian KBBI) ” Mulai terwujud perlahan – lahan setelah FBN salah satu aktivis Senior Meletakkan langkahnya untuk politik eksekutif.

Sekian tulisan saya, maka saya mengajak mari buka hati dan nurani untuk memilih pemimpin yang punya nurani, jaringan dan kecepatan berfikir untuk membangun Malaka.

Berita Terkait

OPINI; Membangun Peradaban Malaka Menuju Malaka 2045
Tragedi di Pinggir Pantai Abudenok; Refleksi Untuk Pengelola Pantai Abudenok
Pemimpin Egois dan Otoriter Sebagai Penghambat Kreativitas Anggota
Merindu Pemimpin Yang Cerdas, Humanis, dan Tidak Membelenggu: Jugakah di Malaka?
Kekerasan Fisik Guru terhadap Siswa: Menanti Keadilan dan Sekolah Yang Aman di NTT
Bupati TTU Pastikan Mahasiswa Tetap Kuliah, Meskipun Kuota KIP Terbatas
Saat Batu Menggantikan Buku: Alarm Bagi Pendidikan
Opini: Di Mana Peran Gereja? Sebuah Kritik di Tengah Kemewahan dan Kemiskinan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp GardaTimor.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:06 WITA

Lambertus Mali Minta Polres Malaka Proses Hukum Dugaan Pemalsuan Surat dan Tandatangan Oleh Kepsek SDK Manumuti

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:00 WITA

Polres Malaka, Memberikan Edukasi Pencegahan Terhadap Kenakalan Remaja dan Pelecehan Seksual Kepada Siswa SMAS R.A Kartini

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:45 WITA

Kanit Idik Polres Malaka, Memberikan Edukasi Pencegahan Terjadinya Pelecehan Seksual di SMAS R.A Kartini

Senin, 20 Juli 2026 - 10:32 WITA

Adv. Muda Asal Malaka, Desak DKPP dan KPU RI, Segera Sidang Etik Untuk Berhentikan Oknum Komisioner KPU Malaka

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:27 WITA

Nasib Oknum Komisioner KPU di Ujung Tanduk, Polisi Akan Segera Tetapkan Sebagai Tersangka

Senin, 13 Juli 2026 - 22:08 WITA

Polres Malaka, Limpahkan Tersangka Mantan Desa Nabutaek, ke Kejaksaan Belu, Kasus Korupsi DD Tahun 2019- 2021

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:43 WITA

Program Balik Tanah Gratis, Penasehat Hukum; Desak Inspektorat dan APH, Segera Periksa Pengadaan Benih Jagung dan Pupuk

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:01 WITA

Modus Janji Kerjasama Usaha dan Pinjaman Dana Talangan, Korban Laporkan di Polres Kupang

Berita Terbaru