Oleh: Dr. Vincentius Mauk, S.Pd., M.Pd
Gardatimor.Id – Tanggal 25 Oktober 2025 akan menjadi tonggak sejarah yang tidak akan dilupakan oleh komunitas pecinta motor klasik CB di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada hari tersebut, sebuah cita-cita lama akhirnya akan mencapai puncaknya melalui deklarasi resmi CB NTT (Cinta Budaya Nusa Tenggara Timur) bukan sekadar organisasi, melainkan perwujudan dari tekad kolektif untuk menjadikan komunitas ini sebagai ruang budaya, solidaritas, dan warisan nilai-nilai luhur masyarakat Timur.
Tapi di balik pencapaian besar ini, ada nama yang tak bisa dilewatkan: Bapak Eko Prasetyo. Beliau bukan hanya pelopor, tapi juga motor penggerak utama yang selama bertahun-tahun membangun jaringan, meyakinkan para tokoh, serta menjaga nyala mimpi yang sempat redup oleh keterbatasan ruang dan waktu. Pak Eko bukan hanya menyuarakan ide, tapi juga terjun langsung dalam medan lobi dan diplomasi komunitas mengunjungi satu per satu para sesepuh CB di berbagai pelosok NTT, dari ujung barat Labuan Bajo hingga ujung timur Larantuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










