Visi Menyatukan dan Diplomasi Bernilai Budaya.
Dengan kegigihan dan komitmen tinggi, Pak Eko merintis gagasan pembentukan CB NTT. Ia sadar, membangun organisasi bukan sekadar merancang struktur atau mengumpulkan massa. Yang lebih penting adalah menyatukan hati, menyambung niat, dan membangun kepercayaan antar tokoh komunitas. Oleh karena itu, ia tidak memilih jalur cepat atau formalitas belaka. Ia memilih jalur silaturahmi, dialog budaya, dan pendekatan penuh rasa hormat kepada para sesepuh.
Dengan semangat itulah, ia melakukan lobi-lobi personal dan emosional ke berbagai penjuru NTT. Ia menyambangi sesepuh seperti:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Om Veki dari CB Komet,
Om Kela dan Om Irfan dari CBNS,
Om Hendro dari BCC Belu,
Om Vincent dan drg. Richard Malelak dari KCMK Kefa,
Om Otyn dari CB Kuan Kefa,
Om Wista,
Om Ampi dari BCMK,
dan sesepuh-sesepuh lain yang tak disebutkan satu per satu, namun memiliki pengaruh besar dalam menjaga identitas komunitas CB di wilayah masing-masing.
Mereka bukan hanya pelaku sejarah, melainkan penjaga semangat dan sumber moral yang tak tergantikan. Dari satu pintu ke pintu lain, Pak Eko membangun komunikasi, mempersembahkan gagasan CB NTT dengan penuh ketulusan bahwa inilah saatnya komunitas CB bersatu, berjalan bersama, dan melangkah lebih jauh sebagai kekuatan sosial dan budaya.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










