Oleh : Remigius Yuven Seran
Tepat tanggal 27 November 2024, ratusan ribu masyarakat kabupaten malaka akan memilih Bupati dan Wakil Bupati Malaka untuk periode 2024-2029.
Hingga saat ini, atmosfer politik pilkada Malaka semakin tinggi, taktis dan strategi di tunjukkan oleh setiap mereka yang menamakan diri tim sukses atau tim kemenangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pilkada Malaka 2024 digadang – gadang akan mempertemukan tiga sosok yang pernah dan sudah merasakan singgasana eksekutif tersebut, yakni, Bupati Malaka Aktif saat ini, Dr. Simon Nahak, SH. MH., Mantan Bupati Malaka, dan Wakil Bupati Malaka aktif saat Ini.
Pertarungan politik ini menjadi lebih seru sebab calon Wakil yang mendampingi ketiganya adalah orang – orang yang tidak bisa diremehkan.
Terlebih Felix Bere Nahak yang matang di didunia organisasi kemahasiswaan, mantan penyelenggara pemilu hingga menjadi anggota DPRD dua periode, yang saat ini menjadi buah bibir masyarakat.
Cukup menghebohkan jagat publik kabupaten Malaka setelah FBN sapaan karibnya dipinang SN untuk menjadi calon wakil, tentunya pinangan SN tersebut hasil dari refleksi dan kontemplasi yang panjang.
Karna, Saya meminjam bahasa remaja ” Meminang seorang pendamping maka harus dilihat dari segi kecocokan hati” Agar kemudian bisa saling melengkapi ”
Begitulah kira – kira duet dari keduanya yang hingga saat ini mendulang banyak dukungan, termasuk dukungan dari kalangan aktivis mahasiswa yang sejatinya tidak terlalu melek dengan politik.
Alasan kenapa SN meminang FBN kemudian dibenarkan secara langsung oleh sosok sang Wakil ” Felix Bere Nahak” Pada kesempatan deklarasi ” Funan Malaka ” Salah satu gerbong politik SN FBN.
Penulis mengutip pernyataan FBN yang begitu menggelora “Bahwa bicara paket pasangan calon, tidak bisa omong sehari, bicara paket pasangan calon harus omong berhari – hari, harus omong berminggu – minggu, harus omong berbulan – bulan sehingga bisa saling mengetahui hati dan saling melengkapi.
Nah dari kutipan diatas, penulis mencoba ambil konklusi politik bahwa ” Ciri khas pemimpin sejati dalam konteks pemerintahan adalah berkolaborasi, memberi hati, menyumbang ide dan gagasan” Bagaimana menggerakkan arah roda pemerintahan ini ke depan”
Hari – hari ini menuju pilkada Malaka orang dengan mudahnya menggoreng isu kepemimpinan SN yang cukup signifikan dalam progres pembangunan kabupaten Malaka.
Mereka kerap menegasikan fakta, hal ini membuat penulis merasa miris, sebab bagaimana mungkin kita buta mata dan tuli telinga dalam melihat dan mendengar fakta pembangunan yang ada.
Alasan yang paling kuat konstituen mendukung SN FBN karna sikap dan mental kerakyatan ada pada tubuh SN FBN.
Pemimpin dengan sikap dan mental kerakyatan adalah sosok yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat. SN FBN memiliki empati tinggi, aksesibilitas, sehingga tidak menjaga jarak dengan siapapun.
Kesederhanaan yang ditunjukan SN FBN menjadi salah satu alasan kuat konstituen untuk mendukung SN FBN.
Penulis : Mahasiswa Universitas Negeri Timor
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Administrasi Negara


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










