Saat Batu Menggantikan Buku: Alarm Bagi Pendidikan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 17:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Yohanes Seran Bria Editor : Bojes Seran Dibaca 845 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondradus Yohanes Klau
(Dosen FKIP Universitas Timor)

Kondradus Yohanes Klau (Dosen FKIP Universitas Timor)

Tidakkah kita pikir bahwa ketika sekolah berubah menjadi ruang yang menakutkan, maka pendidikan telah kehilangan jiwanya?

Budaya Kekerasan yang Sistemik

Kita tidak bisa memandang kasus ini sebagai perbuatan individu semata. Ia adalah gejala dari budaya kekerasan yang masih mengakar dalam praktik pendidikan kita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di banyak sekolah, hukuman fisik masih dianggap “cara efektif mendisiplinkan anak.” Padahal, pendekatan semacam itu justru melahirkan dendam, trauma, dan ketakutan, bukan kedisiplinan sejati.

Kegagalan membina karakter guru, lemahnya supervisi kepala sekolah, serta kurangnya pelatihan tentang pendidikan disiplin positif turut memperparah keadaan.

Membangun Kembali Sekolah yang Humanis

Tragedi Rafi To seharusnya menjadi momentum refleksi nasional. Kita perlu mengembalikan semangat pendidikan yang berbasis kasih, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Ada beberapa langkah konkret yang mendesak:

Penegakan hukum yang transparan dan tegas untuk memulihkan kepercayaan publik.

Reformasi pembinaan profesi guru, dengan menekankan pelatihan etika, psikologi anak, dan manajemen emosi.

Audit internal terhadap penerapan disiplin di sekolah oleh Dinas Pendidikan.

Pendampingan psikologis bagi siswa dan keluarga korban, agar luka sosial tidak berlarut-larut.

Baca Juga :  Money Politic Di Tahun Politik Transaksional

Sumber Berita : Redaksi

Berita Terkait

Tragedi di Pinggir Pantai Abudenok; Refleksi Untuk Pengelola Pantai Abudenok
Pemimpin Egois dan Otoriter Sebagai Penghambat Kreativitas Anggota
Merindu Pemimpin Yang Cerdas, Humanis, dan Tidak Membelenggu: Jugakah di Malaka?
Kekerasan Fisik Guru terhadap Siswa: Menanti Keadilan dan Sekolah Yang Aman di NTT
Bupati TTU Pastikan Mahasiswa Tetap Kuliah, Meskipun Kuota KIP Terbatas
Opini: Di Mana Peran Gereja? Sebuah Kritik di Tengah Kemewahan dan Kemiskinan
Ironi Penegakan Hukum Pada Usia 80 Tahun Kemerdekaan
Akses Jalan Umasukaer Sampai Balibo Kian Terburuk: Rakyat Menagih Janji Pemda dan DPRD Dapil III

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp GardaTimor.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:29 WITA

PLBN Motamasin dan Imigrasi Atambua Sepakati Langkah Strategis, Penguatan Pengawasan Perbatasan

Rabu, 15 April 2026 - 10:52 WITA

BNPP dan CIQS PLBN Motamasin Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Senin, 13 April 2026 - 13:25 WITA

Kades Kateri Bersama Masyarakat Lakukan Penghijauan di Pinggir Jalan Suaka Margasatwa Kateri

Senin, 13 April 2026 - 13:12 WITA

PLBN Motamasin Berikan Apresiasi Atas Dukungan dan Kerja Sama Pamtas Brimob

Rabu, 1 April 2026 - 23:17 WITA

Kapolsek Malaka Barat Telah Menyiapkan Personel Untuk Mengamankan Rangkain Perayaan Paskah 2026

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:04 WITA

Ketua Dewan Mahasiswa Pospera Unimor, Kunjungi Kandang Ayam Petelur di Desa Leunklot

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:00 WITA

Saatnya Pemda Malaka Nonaktifkan Tenaga Kontrak dan Perkuat PPPK Paruh Waktu

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:40 WITA

Memastikan Penerima Bantuan Sosial Tepat Sasaran, Dinsos Malaka Akan Turun Ke 127 Desa Untuk Verifikasi Ulang Data

Berita Terbaru