Kekerasan Fisik Guru terhadap Siswa: Menanti Keadilan dan Sekolah Yang Aman di NTT

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Yohanes Seran Bria Editor : Bojes Seran Dibaca 1,321 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondradus Yohanes Klau
(Dosen FKIP Universitas Timor, Penulis dan pemerhati isu pendidikan)

Kondradus Yohanes Klau (Dosen FKIP Universitas Timor, Penulis dan pemerhati isu pendidikan)

Namun, praktik di lapangan jauh dari semangat hukum tersebut. Masih ada aparat pendidikan yang menoleransi kekerasan dengan alasan “pembinaan karakter”. Dalam beberapa kasus, guru pelaku kekerasan bahkan tidak segera ditahan dengan alasan statusnya sebagai pegawai negeri atau pejabat publik. Inilah yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan pada penegakan hukum.

Penegakan hukum yang tegas dan transparan menjadi kunci untuk menghentikan mata rantai kekerasan ini. Guru yang melakukan kekerasan terhadap siswa harus diproses hukum sebagaimana mestinya, tanpa pandang bulu. Sebaliknya, guru yang berkomitmen pada pendekatan humanis perlu mendapat dukungan dan penghargaan agar menjadi teladan di lingkungan sekolah.

Dampak Sosial dan Psikologis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekerasan fisik di sekolah tidak hanya menimbulkan luka di tubuh anak, tetapi juga luka batin yang dalam.
Anak yang mengalami kekerasan cenderung mengalami trauma, kehilangan rasa percaya diri, menurunnya motivasi belajar, bahkan fobia terhadap sekolah. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berpengaruh terhadap perkembangan sosial dan emosional anak.

Orang tua pun menjadi cemas. Banyak yang mulai mempertanyakan keamanan sekolah bagi anak-anak mereka. Ketika rasa aman di sekolah hilang, maka seluruh tujuan pendidikan untuk membentuk manusia yang cerdas, berakhlak, dan bahagia pun ikut runtuh.

Selain itu, kasus kekerasan juga mencoreng citra profesi guru. Padahal, sebagian besar guru di NTT bekerja dengan dedikasi tinggi di tengah keterbatasan. Namun, beberapa oknum yang melakukan kekerasan membuat publik kehilangan respek terhadap profesi mulia ini.

Baca Juga :  Hamo Mama atau Sumpah Adat Sebagai Salah Satu Cara Mengungkap Pencurian Pusaka Malaka

Sumber Berita : Redaksi

Berita Terkait

Tragedi di Pinggir Pantai Abudenok; Refleksi Untuk Pengelola Pantai Abudenok
Pemimpin Egois dan Otoriter Sebagai Penghambat Kreativitas Anggota
Merindu Pemimpin Yang Cerdas, Humanis, dan Tidak Membelenggu: Jugakah di Malaka?
Bupati TTU Pastikan Mahasiswa Tetap Kuliah, Meskipun Kuota KIP Terbatas
Saat Batu Menggantikan Buku: Alarm Bagi Pendidikan
Opini: Di Mana Peran Gereja? Sebuah Kritik di Tengah Kemewahan dan Kemiskinan
Ironi Penegakan Hukum Pada Usia 80 Tahun Kemerdekaan
Akses Jalan Umasukaer Sampai Balibo Kian Terburuk: Rakyat Menagih Janji Pemda dan DPRD Dapil III

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp GardaTimor.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:29 WITA

PLBN Motamasin dan Imigrasi Atambua Sepakati Langkah Strategis, Penguatan Pengawasan Perbatasan

Rabu, 15 April 2026 - 10:52 WITA

BNPP dan CIQS PLBN Motamasin Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Senin, 13 April 2026 - 13:25 WITA

Kades Kateri Bersama Masyarakat Lakukan Penghijauan di Pinggir Jalan Suaka Margasatwa Kateri

Senin, 13 April 2026 - 13:12 WITA

PLBN Motamasin Berikan Apresiasi Atas Dukungan dan Kerja Sama Pamtas Brimob

Rabu, 1 April 2026 - 23:17 WITA

Kapolsek Malaka Barat Telah Menyiapkan Personel Untuk Mengamankan Rangkain Perayaan Paskah 2026

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:04 WITA

Ketua Dewan Mahasiswa Pospera Unimor, Kunjungi Kandang Ayam Petelur di Desa Leunklot

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:00 WITA

Saatnya Pemda Malaka Nonaktifkan Tenaga Kontrak dan Perkuat PPPK Paruh Waktu

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:40 WITA

Memastikan Penerima Bantuan Sosial Tepat Sasaran, Dinsos Malaka Akan Turun Ke 127 Desa Untuk Verifikasi Ulang Data

Berita Terbaru