Dampak Organisasional
Dampak kepemimpinan egois dan otoriter tidak hanya dirasakan pada tingkat individu, tetapi juga bersifat sistemik. Robbins dan Judge (2017) menegaskan bahwa gaya kepemimpinan yang menekan berkontribusi terhadap rendahnya kepuasan kerja, meningkatnya stres, serta tingginya tingkat turnover karyawan. Dalam jangka panjang, organisasi yang gagal memelihara kreativitas anggotanya akan mengalami stagnasi dan kesulitan beradaptasi dengan dinamika lingkungan.
Lebih lanjut, Schein (2010) menekankan bahwa pemimpin merupakan aktor utama dalam pembentukan budaya organisasi. Ketika egoisme dan otoritarianisme menjadi praktik kepemimpinan yang dominan, budaya organisasi yang terbentuk cenderung defensif, tertutup terhadap kritik, dan resisten terhadap perubahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendekatan Kepemimpinan Alternatif
Sebagai antitesis terhadap kepemimpinan egois dan otoriter, berbagai kajian merekomendasikan penerapan kepemimpinan transformasional dan partisipatif. Bass dan Avolio (1994) menjelaskan bahwa kepemimpinan transformasional mampu menginspirasi anggota, meningkatkan motivasi intrinsik, serta mendorong kreativitas melalui pemberdayaan dan kepercayaan.
Selain itu, Yukl (2013) menekankan pentingnya keterlibatan anggota dalam proses pengambilan keputusan sebagai strategi untuk meningkatkan komitmen, rasa memiliki, dan inovasi organisasi.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










