Pertanyaan yang lebih menyakitkan lagi: Apakah Pemda Malaka memang sudah kehilangan kemampuan untuk membuka lapangan kerja sendiri, sehingga harus ‘menyontek’ ke luar daerah tiap tahun tanpa henti?
Mengutip tulisan RadarMalaka.Com- Di balik panasnya terik matahari Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Malaka menyimpan impian besar: membangun dirinya sebagai daerah unggulan di bidang olahraga dan pariwisata berbasis pertanian. Bukan sekadar mimpi kosong, rencana ini disusun dengan menyatukan dua kekuatan utama Malaka, kecintaan masyarakat pada sepak bola dan kekayaan alam yang belum tergarap optimal.
Saya mencoba menganalisis tujuan keberangkatan STUBA ADPRD Malaka. Taruhlah anggota DPRD Malaka memang benar-benar mau belajar tentang olahraga dan pariwisata berbasis pertanian, Pertanyaannya, model metode atau polarisasi pertanian canggih di Batam apakah bisa diterapkan oleh petani Malaka kategori petani konfensional yang air saja tidak diminimalisir dengan baik, susah pupuk kimia dan susah pestisida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukankah DPRD Malaka lebih baik belajar tentang pariwisata di LABUAN BAJO, Bukankah Kantor Bupati Malaka hasil titisan Dr.Simon Nahak,SH.,MH dan Louse Lucky Taolin,S.Sos sangat populer, indah dan bisa dijadikan sebagai destinasi wisata berkat keindahan alamnya yang memukau, dari panorama persawahan yang indah hingga panorama lautnya.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










