Oleh,Wakil Ketua Bidang Politik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Legorius Vidigal Bria,S.Ip
Malaka,Gardatimor.Id– Sudah Menjadi Agenda Tahunan, Bahkan Semacam “Tradisi Wajib,” Bagi DPRD Malaka Untuk Melaksanakan Studi Banding (STUBA). Salah Satu Kota Tujuan Favorit Mereka Tahun 2025, Adalah Batam- Kota Industri dan Perdagangan Yang Memang Tumbuh Pesat dari Sisi Tata Ruang dan Sektor Ketenagakerjaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuan yang mereka klaim mulia: meniru keberhasilan Batam dalam menata kota dan membuka lapangan pekerjaan. Tapi sayangnya, hasil dari STUBA itu tak pernah nyata. Malaka tetap di tempat. Infrastruktur tetap kacau. Tata ruang tak terkelola. Rakyat tak paham ke mana arah pembangunan. Semua seperti mimpi basah: nikmat bagi mereka yang jalan-jalan, tapi tidak pernah menjadi kenyataan bagi rakyat yang menanti perubahan.
Lebih ironis lagi, dalam STUBA DPRD Malaka itu mereka berkonsultasi juga tentang ketenagakerjaan. Padahal, kondisi ketenagakerjaan di Malaka sangat memprihatinkan: pemuda menganggur, UMKM tanpa dukungan, tenaga honorer tanpa kepastian. Lalu buat apa harus terbang jauh-jauh ke Batam untuk membahas hal yang justru nyata dan akut di depan mata? Apakah mereka malu melihat kenyataan rakyat sendiri?.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










