Ruas jalan ini sudah lama menjadi sorotan masyarakat. Lubang menganga, genangan air saat hujan, debu tebal ketika musim kemarau, serta kondisi bahu jalan yang tidak terawat menjadikan jalur ini rawan kecelakaan. Banyak pengendara roda dua terjatuh ketika melintasi genangan atau lubang yang dalam. Sopir truk pengangkut hasil panen pun seringkali harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan kendaraan akibat kerusakan suspensi dan ban yang pecah.
Petani-petani di Kateri, Harekain, hingga Balibo merasa semakin terpinggirkan karena jalur inilah satu-satunya akses yang mereka andalkan untuk mengangkut jagung, padi, kacang hijau, atau hasil kebun lainnya ke pasar kecamatan atau ibu kota kabupaten. Kerusakan jalan ini berarti kerugian ekonomi yang tidak sedikit.
Biaya transportasi naik, hasil panen sering kali turun harga karena keterlambatan sampai ke pasar, dan pembeli dari luar daerah enggan datang karena sulitnya akses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang membuat masyarakat semakin kecewa adalah sikap pemerintah daerah Kabupaten Malaka dan para anggota DPRD Dapil 3 yang terkesan tidak memiliki kepekaan sosial maupun keberanian politik untuk memperjuangkan kepentingan rakyatnya.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










