Mereka berinisiatif, mengerahkan sumber daya yang ada, karena menyadari bahwa fungsi pemerintah daerah bukan sekadar menunggu perintah atau dana turun dari atas, melainkan hadir menyelesaikan masalah rakyat secara konkret.
Mengapa Kabupaten Malaka tidak bisa melakukan hal yang sama? Mengapa DPRD Dapil 3 hanya bisa bersuara lantang ketika kampanye, tetapi sunyi ketika rakyatnya butuh keberpihakan?
Sebagai penulis, saya sudah pernah menyuarakan masalah ini dalam opini sebelumnya, dengan harapan ada perhatian lebih cepat dari pihak terkait. Namun, lagi-lagi tidak ada tanggapan berarti. Seolah-olah jeritan masyarakat di sepanjang jalur Umasukaer-Kateri-Harekain-Balibo hanya dianggap riak kecil yang bisa diredam dengan janji kosong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, di balik setiap lubang yang menganga di jalan itu, ada cerita kerugian ekonomi, ada pelajar yang terlambat sekolah, ada ibu hamil yang harus diguncang perjalanan saat hendak melahirkan di puskesmas, ada pedagang kecil yang kehilangan pembeli karena aksesnya terputus.
Apakah ini belum cukup menjadi alarm bagi pemerintah dan DPRD Dapil III?


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










