Sudah berapa kali janji perbaikan dilontarkan? Sudah berapa kali pertemuan musyawarah pembangunan daerah menyinggung jalur ini? Namun, realisasinya nihil. Tahun demi tahun anggaran berjalan, jalan tetap seperti itu, bahkan cenderung semakin parah.
Padahal, jalur ini tidak hanya dilalui oleh masyarakat biasa. Hampir setiap hari, para pejabat dari kabupaten, termasuk anggota DPRD Dapil 3 yang mewakili daerah ini, melintasinya. Mereka lewat ketika hendak menghadiri sidang paripurna, perjalanan dinas, kunjungan lapangan, atau sekadar pulang kampung ke wilayah dapil mereka.
Tetapi, setelah kembali ke kantor dengan fasilitas nyaman di Betun, seolah tidak ada yang mendesak untuk diperjuangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih menyakitkan lagi, fenomena ini menunjukkan ketidakseriusan DPRD Dapil 3 yang seharusnya menjadi corong utama aspirasi masyarakat. Bukankah fungsi dewan adalah menyuarakan, mengawal, dan mengawasi pembangunan di daerah pemilihannya? Jika jalan sekrusial Umasukaer-Kateri-Harekain-Balibo saja dibiarkan hancur bertahun-tahun, lalu aspirasi siapa yang mereka perjuangkan selama ini?.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










