Oleh: Dr. Vincentius Mauk, S.Pd.,M.Pd (pemerhati budaya dan dosen FKIP Unimor
Gardatimor.Id – Pada Senin, 16 Juni 2025, saya telah mempublikasikan opini edisi pertama terkait hilangnya pusaka bersejarah milik masyarakat Malaka. Dalam tulisan tersebut, saya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam menuntaskan kasus ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, sayangnya, respon yang diharapkan dari pihak yang terlibat dalam pengusutan kasus ini belum tampak signifikan. Tidak ada perkembangan berarti yang menegaskan bahwa pusaka itu akan segera kembali.
Kekecewaan ini bukan semata karena benda itu belum ditemukan, tetapi karena hilangnya pusaka itu telah menimbulkan luka pada harga diri seluruh anak Malaka secara umum, dan secara khusus anak-anak Desa Builaran, tempat pusaka itu berasal dan memiliki nilai sakral yang tak ternilai.
Kita semua memahami bahwa pusaka bukan sekadar benda tua atau simbol tradisi, tetapi pusaka adalah pengikat sejarah, identitas, dan kebanggaan kolektif. Pusaka itu adalah saksi bisu perjalanan panjang masyarakat Malaka, dari zaman leluhur hingga generasi kini.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










