Edisi kedua opini ini saya tulis dengan harapan bahwa para pemangku kepentingan, baik pihak berwajib maupun tokoh adat, mau duduk bersama dan menyepakati langkah ini. Jangan sampai kita membiarkan warisan leluhur menghilang tanpa perlawanan. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh dengan cerita bahwa ketika pusaka mereka diambil, orang-orang dewasa hanya saling menunggu dan saling menyalahkan.
Mari kita tunjukkan bahwa Malaka adalah tanah yang tegas menjaga marwahnya. Secara umum, seluruh anak Malaka harus berdiri bersama, dan secara khusus anak-anak Builaran harus diberi dukungan penuh untuk memperjuangkan hak mereka atas pusaka itu.
Hamo mama adalah cermin keberanian kita untuk menggabungkan kekuatan adat dan hukum, demi kebenaran yang utuh. Karena di akhir segalanya, kebenaran itu bukan hanya tentang siapa yang bersalah, tetapi juga tentang bagaimana kita, sebagai sebuah komunitas, memilih untuk berdiri di sisi yang benar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










