Ketika masyarakat percaya bahwa sebuah proses telah benar-benar mengungkap kebenaran, mereka akan menerima hasilnya dengan hati yang lebih lapang. Dan di tanah Malaka, hamo mama masih memiliki kekuatan untuk menciptakan rasa percaya itu.
Kita juga tidak bisa mengabaikan dimensi psikologisnya. Dalam banyak kasus di masa lalu, orang yang bersalah memilih untuk mengaku sebelum hamo mama dijalankan, karena rasa takutnya pada kutukan yang diyakini akan menimpa diri dan keluarganya. Efek preventif dan represifnya berjalan sekaligus, sedangkan bagi pihak yang benar-benar tidak bersalah, ritual ini adalah panggung untuk membersihkan nama di hadapan seluruh masyarakat dan leluhur.
Saya percaya, jika hamo mama dijalankan secara bijak, disepakati oleh semua pihak, dan disaksikan oleh tokoh adat serta pihak berwajib, hamo mama akan menjadi penanda bahwa kita tidak menyerah. Kita akan mengirimkan pesan tegas kepada siapa pun yang terlibat bahwa masyarakat Malaka tidak akan tinggal diam. Kita punya cara sendiri, cara yang sudah ada jauh sebelum negara ini lahir, untuk menjaga kebenaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kasus ini, kita harus mengingat bahwa diam berarti membiarkan ketidakadilan menjadi kebiasaan. Pusaka itu harus kembali, bukan hanya demi benda itu sendiri, tetapi demi memulihkan martabat yang sempat direnggut. Dan untuk itu, kita perlu memanfaatkan semua cara yang kita miliki, termasuk hamo mama sebagai salah satu cara yang dapat membuka jalan baru bagi pihak berwajib untuk menuntaskan kasus ini.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










