Hamo Mama atau Sumpah Adat Sebagai Salah Satu Cara Mengungkap Pencurian Pusaka Malaka

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 11 Agustus 2025 - 09:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Yohanes Seran Bria Editor : Bojes Seran Dibaca 1,345 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Vincentius Mauk, S.Pd.,M.Pd (pemerhati budaya dan dosen FKIP Unimor

Dr. Vincentius Mauk, S.Pd.,M.Pd (pemerhati budaya dan dosen FKIP Unimor

Ketika masyarakat percaya bahwa sebuah proses telah benar-benar mengungkap kebenaran, mereka akan menerima hasilnya dengan hati yang lebih lapang. Dan di tanah Malaka, hamo mama masih memiliki kekuatan untuk menciptakan rasa percaya itu.

Kita juga tidak bisa mengabaikan dimensi psikologisnya. Dalam banyak kasus di masa lalu, orang yang bersalah memilih untuk mengaku sebelum hamo mama dijalankan, karena rasa takutnya pada kutukan yang diyakini akan menimpa diri dan keluarganya. Efek preventif dan represifnya berjalan sekaligus, sedangkan bagi pihak yang benar-benar tidak bersalah, ritual ini adalah panggung untuk membersihkan nama di hadapan seluruh masyarakat dan leluhur.

Saya percaya, jika hamo mama dijalankan secara bijak, disepakati oleh semua pihak, dan disaksikan oleh tokoh adat serta pihak berwajib, hamo mama akan menjadi penanda bahwa kita tidak menyerah. Kita akan mengirimkan pesan tegas kepada siapa pun yang terlibat bahwa masyarakat Malaka tidak akan tinggal diam. Kita punya cara sendiri, cara yang sudah ada jauh sebelum negara ini lahir, untuk menjaga kebenaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kasus ini, kita harus mengingat bahwa diam berarti membiarkan ketidakadilan menjadi kebiasaan. Pusaka itu harus kembali, bukan hanya demi benda itu sendiri, tetapi demi memulihkan martabat yang sempat direnggut. Dan untuk itu, kita perlu memanfaatkan semua cara yang kita miliki, termasuk hamo mama sebagai salah satu cara yang dapat membuka jalan baru bagi pihak berwajib untuk menuntaskan kasus ini.

Baca Juga :  Saat Batu Menggantikan Buku: Alarm Bagi Pendidikan

Sumber Berita : Redaksi

Berita Terkait

Tragedi di Pinggir Pantai Abudenok; Refleksi Untuk Pengelola Pantai Abudenok
Pemimpin Egois dan Otoriter Sebagai Penghambat Kreativitas Anggota
Merindu Pemimpin Yang Cerdas, Humanis, dan Tidak Membelenggu: Jugakah di Malaka?
Kekerasan Fisik Guru terhadap Siswa: Menanti Keadilan dan Sekolah Yang Aman di NTT
Bupati TTU Pastikan Mahasiswa Tetap Kuliah, Meskipun Kuota KIP Terbatas
Saat Batu Menggantikan Buku: Alarm Bagi Pendidikan
Opini: Di Mana Peran Gereja? Sebuah Kritik di Tengah Kemewahan dan Kemiskinan
Ironi Penegakan Hukum Pada Usia 80 Tahun Kemerdekaan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp GardaTimor.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:29 WITA

PLBN Motamasin dan Imigrasi Atambua Sepakati Langkah Strategis, Penguatan Pengawasan Perbatasan

Rabu, 15 April 2026 - 10:52 WITA

BNPP dan CIQS PLBN Motamasin Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Senin, 13 April 2026 - 13:25 WITA

Kades Kateri Bersama Masyarakat Lakukan Penghijauan di Pinggir Jalan Suaka Margasatwa Kateri

Senin, 13 April 2026 - 13:12 WITA

PLBN Motamasin Berikan Apresiasi Atas Dukungan dan Kerja Sama Pamtas Brimob

Rabu, 1 April 2026 - 23:17 WITA

Kapolsek Malaka Barat Telah Menyiapkan Personel Untuk Mengamankan Rangkain Perayaan Paskah 2026

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:04 WITA

Ketua Dewan Mahasiswa Pospera Unimor, Kunjungi Kandang Ayam Petelur di Desa Leunklot

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:00 WITA

Saatnya Pemda Malaka Nonaktifkan Tenaga Kontrak dan Perkuat PPPK Paruh Waktu

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:40 WITA

Memastikan Penerima Bantuan Sosial Tepat Sasaran, Dinsos Malaka Akan Turun Ke 127 Desa Untuk Verifikasi Ulang Data

Berita Terbaru