Itulah mengapa, bagi orang yang benar-benar merasa tidak bersalah, hamo mama adalah jalan untuk membersihkan nama. Sebaliknya, bagi yang bersalah, ketakutan akan kutukan sering kali membuat mereka mengakui perbuatannya bahkan sebelum ritual dimulai.
Bukan berarti kita mengesampingkan proses hukum. Pihak berwajib tetap memegang peran utama untuk memastikan bahwa kasus ini diselesaikan sesuai aturan negara. Namun, menutup mata terhadap potensi peran hamo mama sama saja mengabaikan salah satu sumber kekuatan sosial kita.
Dalam situasi di mana bukti material sulit ditemukan, atau saksi enggan bicara, sumpah adat dapat menjadi jembatan untuk memecah kebekuan. Sumpah adat memberi tekanan moral yang berbeda dari tekanan hukum, dan justru karena sifatnya yang berbasis pada kepercayaan lokal, hamo mama atau sumpah adat memiliki daya guncang tersendiri bagi para pihak yang mungkin terlibat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kita patut mengingat bahwa Malaka adalah tanah yang dibangun dari perpaduan adat dan hukum. Leluhur kita telah lama mengajarkan bahwa kebenaran bisa dicapai melalui keseimbangan antara aturan negara dan aturan adat. Tidak jarang, dalam sejarah kita, sebuah sengketa yang macet di jalur hukum dapat diselesaikan ketika para pihak sepakat untuk melalui jalur adat. Hamo mama menjadi pintu yang mengundang kejujuran keluar dari persembunyian.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










