Merindu Pemimpin Yang Cerdas, Humanis, dan Tidak Membelenggu: Jugakah di Malaka?

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Yohanes Seran Bria Editor : Bojes Seran Dibaca 1,106 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondradus Yohanes Klau, (Dosen Universitas Timor). Foto-istimewa

Kondradus Yohanes Klau, (Dosen Universitas Timor). Foto-istimewa

Cerdas Tidak Sama dengan Banyak Bicara.

Kita sering tertipu oleh narasi tentang kecerdasan. Ada yang mendefinisikan dirinya “pintar” hanya karena mampu berbicara panjang lebar, menghafal konsep, atau memegang gelar akademik. Tapi kecerdasan seorang pemimpin diuji bukan di auditorium, melainkan dalam keputusan-keputusan publik yang ia ambil.

Pemimpin yang benar-benar cerdas tidak butuh mengumumkan kecerdasannya berkali-kali. Dampaknya akan berbicara sendiri.
Sebaliknya, pemimpin yang hanya pura-pura cerdas biasanya keras kepala terhadap kritik, karena kritik membongkar kedangkalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cerdas adalah kemampuan membaca realitas. Berdampak adalah kemampuan mengubah realitas.
Dan saya yakin, kita membutuhkan keduanya sekaligus.

Etika Kepemimpinan: Batas Moral yang Terus Diuji.

Mari kita jujur sejenak bahwa dalam kepemimpinan politis tidak ada jabatan kekuasaan yang netral. Semua jabatan mengandung godaan, dan godaan itu bisa datang dalam bentuk uang, pujian semu, dan kontrol.

Banyak pemimpin tumbang bukan karena kurang pintar, tetapi karena kurang integritas. Korupsi bukan sekadar tindakan mencuri, tetapi tanda bahwa seorang pemimpin tidak lagi takut pada suara hatinya sendiri.

Etika adalah benteng terakhir seorang pemimpin. Jika benteng itu runtuh, tidak ada gelar yang bisa menyelamatkannya. Tidak ada pencitraan yang bisa menutupinya. Tidak ada pengawal yang bisa melindunginya dari ambruknya kepercayaan rakyat.

Refleksi Penutup.

Saya merindu dan mendoakan: ada pemimpin di Indonesia, juga di Malaka, yang tidak membelenggu rakyatnya dengan kekuasaan; yang tidak memaksa diam, tetapi mengundang bicara; yang tidak menindas perbedaan, tetapi merangkulnya; yang tidak sekadar memegang jabatan, tetapi memikul tanggung jawab moral.

Baca Juga :  Deklarasi CB NTT: Ketika Mimpi Kolektif Menjadi Kenyataan

Mahasiswa yang saya temui selalu menunjukkan satu hal: keberanian untuk berpikir. Dan saya percaya, dari lingkungan seperti itulah pemimpin masa depan yang lebih baik lahir.

Sumber Berita : Redaksi

Berita Terkait

OPINI; Membangun Peradaban Malaka Menuju Malaka 2045
Tragedi di Pinggir Pantai Abudenok; Refleksi Untuk Pengelola Pantai Abudenok
Pemimpin Egois dan Otoriter Sebagai Penghambat Kreativitas Anggota
Kekerasan Fisik Guru terhadap Siswa: Menanti Keadilan dan Sekolah Yang Aman di NTT
Bupati TTU Pastikan Mahasiswa Tetap Kuliah, Meskipun Kuota KIP Terbatas
Saat Batu Menggantikan Buku: Alarm Bagi Pendidikan
Opini: Di Mana Peran Gereja? Sebuah Kritik di Tengah Kemewahan dan Kemiskinan
Ironi Penegakan Hukum Pada Usia 80 Tahun Kemerdekaan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp GardaTimor.ID

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:35 WITA

PN Atambua Lakukan Sita Eksekusi Objek Sengketa di Umasukaer, Kuasa Hukum; Langkah Nyata Tegakkan Kepastian Hukum

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:09 WITA

Kasus Proyek Revitalisasi SMPN Numponi  Belum Tuntas, Polres Malaka Segera Panggil Pihak Terkait Untuk Periksa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:42 WITA

Tim URC Resmob Polres Malaka Amankan Dua Pelaku Pencurian dan Penggelapan Kawat Bronjong

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:42 WITA

Polres Malaka Gelar Giat Asistensi dan Anev Fungsi Reskrim, Kapolres Malaka Ingatkan, Polisi Harus Kerja Profesional

Selasa, 29 September 2026 - 11:55 WITA

Kasus Dugaan Pengelolaan Dana BOS di SDK Bolan, Tahun Anggaran 2025 – 2026, Polisi Sudah Periksa Kepsek dan Bendahara

Sabtu, 26 September 2026 - 18:26 WITA

Kasus Pengrusakan Rumah, Kuasa Hukum YBN; Desak Penyidik Polsek Biboki Utara Harus Bertindak Adil dan Profesional

Jumat, 25 September 2026 - 20:44 WITA

Penasehat Hukum Dukung Polres Malaka, Usut Tuntas Penyimpangan Dana Hibah KPU Malaka

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WITA

Advokat Melkianus Conterius Seran Adakan Konsultasi Hukum Gratis, Bagi Masyarakat Rinhat

Berita Terbaru